Pandemi covid-19 dimulai dari bulan Maret 2020. Ternyata sudah 11 bulan, bahkan hampir 1 tahun virus corona datang di Indonesia. Hal ini memberi dampak yang besar pada berbagai aspek kehidupan masyarakat Indonesia. Kegiatan yang berpotensi untuk mempertemukan banyak orang pun dibatasi oleh pemerintah. Sekolah termasuk kegiatan yang dibatasi . Anjuran dari pemerintah sekolah tetap berjalan namun dari rumah. SMP Muhammadiyah Sinar Fajar Cawas melaksanakan pembelajaran dengan metoda daring (online learning).
Santri belajar dari rumah dengan mendapatkan arahan dari ustadz/ah melalui aplikasi jarak jauh. Beberapa aplikasi yang digunakan dalam pembelajaran misalnya dengan video, voice note, audio, chat wa, mengirim gambar, dan lain-lain. Hal ini, rasanya tentu memang berbeda dari biasanya. Ketika disekolah ustadz/ah bertatap muka dengan santri, selain pembelajaran menyampaikan materi juga diselangi dengan gurauan canda tawa. Saat moda daring ini juga bisa bertatap muka secara virtual yaitu dengan aplikasi zoom maupun meet.
Terima kasih Ayah dan bunda SMP Muhammadiyah Sinar Fajar Cawas, yang sudah bekerja sama dengan sekolah mendampingi belajar santri di rumah. Orang tua adalah guru segala ilmu. Orang tua biasanya hanya mendampingi santri mengerjakan PR ketika di rumah, namun saat ini orang tua berperan menjadi guru segala ilmu. Mulai dari mendampingi saat pembelajaran , memastikan bahwa santri mengerjakan tugas dan membantu jika mengalami kesulitan dalam pelajaran. Tidak hanya power rangers yang bisa berubah-ubah menjadi sosok yang lain lho. Ternyata orangtua selama di rumah bisa menjadi teman, kakak, dan guru. Bahkan juga tidak melupakan menjadi orangtua. Selain itu juga mencari cara untuk membuang kebosanan selama di rumah. The best parents!.
Gerakan 5M: Memakai Masker, Mencuci Tangan, Menjaga Jarak, Mejauhi Kerumunan, Mengurangi Mobilitas
SMP SiFa
#Satu Hati Meraih Prestasi


