Literasi Malam.
Refleksi Diri bagi Guru
Oleh; Agus Mulyadi, S.Pd.I., M.Pd.
____
Belajar (cara) mengajar bagi seorang guru, bukanlah hal yang mudah. Belajar mengajar adalah proses yang sangat kompleks. Seorang guru tidak cukup hanya berbekal pengalaman saja dalam menjalankan tugas dan amanahnya sebagai seorang pendidik dalam mengelola pembelajaran, namun seorang guru perlu banyak belajar cara mengajar dan membelajarkan siswanya dalam proses pembelajaran.
Salah satu cara yang dapat dilakukan guru dalam meningkatkan peran dan tanggung jawab sebagai seorang profesional adalah dengan melakukan “refleksi diri bagi guru”
Refleksi diri merupakan elemen utama dalam meningkatkan profesionalisme (bowman_89)
Melakukan refleksi, atas praktik – praktik yang telah dilakukan oleh para guru terutama dalam hal mengajar menjadi hal terpenting dalam menciptkan inovasi dan revolusi pembelajaran.
Refleksi, merupakan kendaraan penting untuk memenuhi keluasan dan kedalaman keprofesionalan guru. Tiga unsur utama yang hendaknya menjadi refleksi yang dilakukan guru adalah; pengetahun konten, pengetahuan paedagogi, dan pengetahuan pengemasan konten dalam pembelajaran.
Refleksi diri yang dilakukan guru akan memberikan banyak manfaat, diantaranya adalah; Membantu para guru dalam memperoleh pemahaman tentang diri, profesi dan bagaimana menjadi guru yang efektif, efisien dan membuat siswa berhasil dalam belajar.
Membantu guru mengekplorasi potensi yang dimiliki, memperbaiki kelemahan yang ada dan mencari solusi yang dibutuhkan untuk pengembangan diri dan profesi;
Membantu para guru untuk mengembngkan profesionalisme sebagai seorang guru;
Memberi pengaruh positif dalam proses kegiatan belajar mengajar di kelas yang bermuara pada peningkatan kompetensi siswa;
Refleksi guru dilakukan sebagai upaya untuk mengatahui sejauh mana guru melakukan kegiatan – kegiatan atau rambu – rambu yang harus dilakukan sebagai tenaga profesional.
Refleksi bagi guru juga sebagai upaya melakukan penilaian bagi dirinya, apakah ia sudah melakukan tugas dengan sebaik – baiknya ataukah belum, apakah kegiatan pengajaran, pembinaan, bimbingan yang ia lakukan terhadap siswa selama ini sudah sesuai dengan rambu – rambu yang menjadi ketetapan lembaga atau belum, apkah setiap kegiatan yang dilakukan guru sudah sesuai seperti yang menjadi arahan pimpinan (kepala sekolah) ataukah masih berdasarkan keinginan (ego) sendiri, apakah langkah – langkah yang ia tempuh selama ini sebagai guru sudah sesuai dengan tolok ukur keberhasilan pada sebuah lembaga ataukah belum.
Guru akan semakin mengetahui keunggulan dan kelemahannya dengan melakukan refleksi, sehingga akan mendorong dan tergerak untuk melakukan perbaikan kompetensinya. Guru yang tidak pernah melakukan refleksi diri terhadap kemampuan profesionalismenya, tidak akan pernah tahu apa kelebihan dan kekurangannya selama ini, terlebih bagi guru yang tidak pernah melakukan refleksi diri, tidak akan terdorong untuk melakukan upaya – upaya pengembangan profesionalismenya, mulai dari cara bagaimana ia merancang dan merencanakan pembelajaran, melaksanakan proses pembelajaran maupun bimbingan terhadap siswa hingga mengevaluasi sejauh mana ketercapaikan pembelajaran yang telah dilakukan dan bimbingan yang telah diberikan terhadap siswa.
Bagaimana guru melakukan refleksi diri?
Berikut ini beberap hal yang dapat dijadikan bahan renungan dan dijawab dengan penuh kejujuran dalam hati sebagai bentuk refleksi;
Selama ini seberapa banyak mengikuti kegiatan pengembangan keprofesian, baik yang ditugaskan dari sekolah atau atas inisiatif sendiri?
Seberapa sering membaca buku teks baik buku guru maupun buku siswa, sebagai sarana memperbaiki pengetahuan terhadap bidang ilmu yang ia ajarkan kepada siswa?
Seberapa sering guru melakukan diskusi dengan kolega atau teman sejawat terkait strategi mengajar dan hal – hal yang sifatnya akademis?
Bagaimana guru membuat perencanaan pembelajaran, skenario pembelajaran, hingga evaluasi pembelajaran?
Guru, selain mengajar juga hendaknya harus terus banyak belajar terutama belajar cara mengajar agar semakin hari, semakin meningkat kedewasaan sosialnya dan semakin profesional dalam menjalankan tugas dan amanah sebagai insan pendidik. Belajar lebih banyak cara mendesain berbagai aktivitas yang digunakan di kelas sehingga pembelajaran akan berlangsung semakin efektif. Belajar pemahaman yang mendasar tentang pemilihan dan penggunaan pendekatan strategi pembelajaran, untuk meningkatkan kualitas pembelajaran sehingga mutu pendidikan akan semakin meningkat.
Selamat mempraktikkan refleksi diri, semoga bermanfaat.
Cawas, 27/4/’22
_ AMY_
Daftar Pustaka :
Bowman, B. 1989. “Self-reflection as An Element of Professionalism”, dalam The Teachers College Record, Volume 90, Nomor 3, halaman 444-451.


