Belajar Dari Pandemi

Orang yang akan mampu melewati masa pandemi ini, bukan orang yang kuat, bukan bukan orang yang kaya ataupun orang yang pintar. Namun orang yang paling mampu menghadapi adalah orang yang mampu untuk beradaptasi. Dalam ilmu IPA, adaptasi adalah penyesuaian diri makhluk hidup terhadap lingkungannya. Jadi kita (manusia) harus mau beradaptasi dengan kondisi lingkungan yang saat ini. Bangsa kita sering terjebak dengan hal-hal yang baru. Maka orang yang paling selamat adalah orang yang paling mampu beradaptasi dengan segala perubahan yang ada dan tidak ada kata untuk berputus asa. Seperti firman Allah dalam Q.S Yusuf:87

-وَلاَ تَيْأَسُواْ مِن رَّوْحِ اللّهِ ….-٨٧….

“dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah”

Ketika pandemi ini datang semua aktivitas dilakukan di rumah, antara lain bekerja dari rumah, sekolah dari rumah dengan metoda daring (berbasis online), ibadah pun juga dari rumah. Ini semua ujian dari Allah. Seberapa besar iman kita kepada Allah.

“Bukan ombaknya yang besar tapi perahu kita yang kecil.

Bukan ujiannya yang besar tapi iman kita yang lemah.”

Jadi kita tidak boleh berputus asa. Kita harus berpikir bahwa yang bisa merubah adalah diri kita sendiri, buan orang lain. Seperti dalan surat Ar-a’d ayat 11

-إِنَّ اللّهَ لاَ يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُواْ مَا بِأَنْفُسِهِمْ …-١١….

Yang bisa merubah keadaan suatu kaum ya kaum itu sendiri, bukan orang lain. Jadi bukan orang yang kaya maupun orang yang kuat, melainkan orang yang mampu merubah dirinya sendiri untuk menyesuaikan keadaan yang ada.

Virus ini tidak akan pernah hilang sama sekali, namun akan selalu ada. Oleh karena itu,islam mengajarkan tentang kebersihan. Dalam hadist rasul :

(الطَّهُوْرُ شَطْرُ الْإِيْمَنِ (روه مسلم

“Kebersihan itu sebagian dari (cabang) keimanan.” (H.R. Muslim)

Jangan lupa selalu menerapkan 3 M yaitu menjaga jarak, mencuci tangan dan memakai masker.

Semoga sehat dan bahagia selalu…..